4 Tips dalam Penggunaan WhatsApp Business API

WhatsApp Business API Tips

WhatsApp Business API menjadi salah satu media komunikasi bisnis ideal saat ini. Baru menggunakan WhatsApp Business API? Atau masih bingung dalam mengoptimalkannya? Berikut 4 tips dari Qiscus yang dapat dilakukan bisnis saat menggunakan WhatsApp Business API. 

Penggunaan WhatsApp Business API sangat ideal sebagai media komunikasi bisnis. Sudah banyak industri yang menjadikan WhatsApp Business API sebagai salah satu platform komunikasi dengan pelanggan, seperti retail, finansial, transportasi, pendidikan, dan lainnya. Hal ini mengingat banyaknya fitur yang disediakan oleh WhatsApp Business API dan tingkat fleksibilitas dalam penggunaannya, sehingga perusahaan dapat mengkustomisasi sesuai kebutuhannya. Contohnya adalah penggunaan template messages. Selain itu, banyaknya teknologi pendukung yang dapat diintegrasikan ke WhatsApp Business API, seperti chatbot maupun analytics tools membuat bisnis dapat menciptakan conversational experience yang lebih berkesan. 

Tetapi, apa saja hal-hal yang perlu dikonsiderasi dalam pemanfaatan WhatsApp Business API dalam bisnis Anda? Berikut 4 tips yang dapat bisnis lakukan saat memutuskan untuk menggunakan WhatsApp Business API:

Tips 1: Sesuaikan dengan Kebutuhan

Langkah pertama, tentunya untuk dapat memiliki akun WhatsApp Business API, Anda harus menghubungi WhatsApp Business Solution Partners (BSPs). WhatsApp Business Solution Partners (BSPs) merupakan third-party solution providers yang telah bekerja sama dengan pihak WhatsApp secara resmi dalam menyediakan WhatsApp Business API. Hal ini mengingat WhatsApp Business API bukanlah sistem yang tersedia secara bebas di pasar seperti halnya WhatsApp. 

Salah satu WhatsApp BSPs di Indonesia yang dapat Anda gunakan adalah Qiscus. Sebelum mengadopsi solusi WhatsApp Business API, pastikan Anda telah mengetahui seperti apa kebutuhan bisnis tersebut. Ada beberapa faktor/ kebutuhan bisnis yang perlu Anda ketahui, diantaranya jumlah agent yang diperlukan, analytics yang sesuai, server, layanan support, ketersediaan integrasi chatbot, jumlah Monthly Active Users yang diperlukan, dan custom integration yang diinginkan. Faktor-faktor yang disebutkan tersebut dapat menjadi acuan Anda dalam menentukan layanan yang sesuai.

Tips 2: Rencanakan Konsep Customer Journey dengan WhatsApp Business API

Setelah menentukan WhatsApp BSP dan jenis layanan WhatsApp Business API yang sesuai dengan kebutuhan bisnis, tiba saat untuk mengimplementasikannya. Namun, sebelum itu, jangan lupa untuk merencanakan bagaimana bentuk pengaplikasian instant messaging ini pada customer journey dalam bisnis. 

Customer journey sangatlah penting dipahami oleh bisnis karena hal itu akan membantu bisnis dalam memahami ekspektasi konsumen. Bisnis dapat memahami kondisi konsumen secara lebih baik, contohnya customer pain points apa yang dihadapi. Hal ini dapat membuat bisnis lebih aware dengan jenis improvements yang perlu dilakukan sesuai dengan realita lapangan. Terlebih, saat ini konsumen cenderung ingin memiliki personalized experience. Artinya, bisnis harus cerdik dalam menentukan strategi pada masing-masing customer journey dan tidak dapat hanya menggeneralisasinya. 

WhatsApp Business API merupakan media yang sangat dapat membantu bisnis dalam membangun customer journey yang berkualitas. Sedikit mengulas, fitur-fitur WhatsApp Business API dapat Anda gunakan dalam segala tahap customer journey, seperti AwarenessConsiderationPurchase; dan Care

1. Awareness

Untuk membangun awareness bisnis Anda di mata konsumen, Anda dapat memanfaatkan fitur call-to-action yang dapat disinkronisasi dengan website bisnis. Hal ini tentunya akan memudahkan konsumen Anda dalam menghubungi bisnis Anda. Selain itu, kehadiran fitur Account Masking & Green Tick pada akun WhatsApp Business Anda akan membuat credibility bisnis Anda meningkat karena terkesan lebih eksklusif.

2. Consideration

Yang kedua adalah tahap consideration. Tahap ini sangat penting karena consideration menjadi poin penting/titik balik turning point yang akan menentukan apakah konsumen akan menggunakan produk Anda atau tidak. Oleh karena itu, buatlah konsumen Anda merasa nyaman saat berinteraksi dengan bisnis Anda.

Contohnya, Anda dapat menggunakan automated greeting message dan template messaging. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan fitur Agent Allocation maupun Chatbot sehingga konsumen Anda akan senang seiring dengan tingkat responsivitas bisnis yang sangat baik.

3. Purchase

Selanjutnya adalah tahap purchase. Instant messaging asal Amerika Serikat ini sangat dapat digunakan dalam membangun proses pembelian yang berkesan. Contohnya, Anda dapat mengirimkan berbagai detail pembelian secara real-time menggunakan template messages. Anda juga bisa mengurangi tingkat shopping cart abandonment serta berbagai manfaat lainnya yang bahkan dapat terkoneksi dengan aplikasi lainnya, seperti Shopify.

4. Care

Terakhir adalah tahap care. Walaupun tahap pembelian sudah selesai, hal itu tidak berarti customer journey telah berakhir. Buatlah kesan terbaik pada konsumen Anda, karena opini mereka tentunya akan sangat menentukan keberhasilan brandbisnis dalam pasar yang lebih luas lagi. 

Fitur template messages sangat dapat bisnis gunakan untuk membangun after-sales service yang berkesan, semisal dengan menciptakan formfeedback. Tidak hanya itu, bisnis juga dapat mengeskalasi layanan customer support-nya menggunakan chatbot.  

Tips 3: Bangun Awareness Kanal WhatsApp Anda

Tips selanjutnya, jangan lupa untuk membangun awareness untuk kanal WhatsApp Jangan sampai berbagai persiapan yang telah dilakukan ternyata kurang memperoleh respon yang memuaskan karena Official WhatsApp Account Anda sendiri belum diketahui banyak oleh konsumen luas. Mari ikuti caranya!

Pertama, Anda dapat menyisipkan conversation starter buttons akun Whatsapp tersebut ke website bisnis maupun landing page lainnya. Hal ini cocok diterapkan pada customer journey tahap awareness maupun consideration sehingga konsumen Anda dapat menghubungi bisnis dengan mudah.

WhatsApp conversation starter buttons
Tampilan conversation starter buttons (kanan bawah) dalam website bisnis
WhatsApp conversation starter button

Kedua, Anda dapat menggunakan click-to-chat pada akun media sosial bisnis, seperti Instagram dan Facebook. Sama seperti metode sebelumnya, metode ini sangat sesuai diterapkan pada tahap awareness maupun consideration.

Click-to-chat WhatsApp
Ilustrasi click-to-chat di Facebook

Ketiga, menggunakan in-app promotions. Opsi ini sangat sesuai bagi Anda yang memiliki aplikasi bisnis khusus pada Android atau iOS. Akun WhatsApp di sini akan digunakan sebagai media customer support bisnis jika konsumen menemukan kendala saat menggunakan produk bisnis dalam aplikasi. Cara ini sangat sesuai dimanfaatkan pada tahap considerationpurchase, dan care.

Terakhir, gunakan media offline dalam mempromosikan akun Anda. Misalnya, bisnis dapat memberikan barcode akun pada packaging. Sehingga, jika konsumen menemukan masalah, mereka dapat dengan mudah menghubungi after sales service. Sangat cocok untuk dimanfaatkan pada tahap care, bukan? Anda juga dapat memasukkan barcode pada berbagai media promosi offline lainnya. Dengan demikian, awareness WhatsApp Business Anda akan dapat lebih terlihat secara luas.

Untuk memberikan insight yang lebih terukur, Anda dapat melakukan evaluasi menggunakan berbagai metode sesuai dengan preferensi bisnis. Tapi, jangan khawatir karena melalui fitur Analytics yang disediakan Qiscus, bisnis dapat memperoleh banyak insight dengan mudah. Contohnya, jumlah percakapan yang masuk sehingga Anda dapat mengetahui efektivitas akun dan menentukan langkah yang tepat ke depannya untuk menciptakan conversational experience yang lebih baik. 

Tips 4: Integrasikan dengan Teknologi Pendukung

Untuk memperkaya conversational experience, bisnis dapat mengintegrasikan WhatsApp dengan teknologi pendukung seperti chatbot dan custom integration lainnya seperti dengan ticketing dan CRM. Tak hanya digunakan untuk urusan eksternal dengan konsumen, WhatsApp Business API juga dapat digunakan untuk keperluan internal bisnis. Contohnya, Anda dapat mengetahui bagaimana instant messaging satu ini menjadi salah satu solusi komunikasi internal IT perusahaan dengan membaca use case KINO di sini

Menariknya, pada Qiscus Multichannel, bisnis dapat memiliki lebih dari 1 akun WhatsApp Business yang dapat dikelola bersamaan dalam satu dashboard. Hal ini tentu akan membuat efisiensi agent dan database management yang lebih teratur. Oleh karena itu, jika bisnis ingin memiliki akun WhatsApp Business API yang dapat digunakan dalam banyak hal, Qiscus pilihannya. 

Ketahui Tips Lainnya!

Semoga keempat tips tersebut dapat memberikan insight yang mempermudah bisnis Anda dalam memanfaatkan instant messaging yang satu ini ya. Dapatkan berbagai tips cara memaksimalkan WhatsApp Business API lainnya yang dapat dibaca di sini. Jika Anda memiliki pertanyaan, jangan ragu untuk menghubungi kami

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like