Pengertian, Komponen, dan Cara Menghitung Biaya Operasional

biaya operasional
Sumber : freepik.com

Setiap perusahaan harus mengelola keuangan dengan baik serta mencatatnya dalam pembukuan perusahaan. Hal ini akan membantu perusahaan menentukan bagaimana biaya dikaitkan dengan aktivitas perusahaan yang efisien dan menghasilkan pendapatan. Kesehatan keuangan perusahaan bukan hanya tentang uang yang masuk, tetapi juga uang yang keluar. Salah satu hal penting yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis adalah biaya operasional. Hal ini merupakan komponen penting dalam mencapai keuntungan dari sebuah perusahaan.

Biaya Operasional (BO) atau Operating Cost adalah biaya atau ongkos yang dibutuhkan untuk menjalankan sebuah bisnis. BO dapat dilihat pada laporan laba rugi yang dicatat untuk perusahaan pada periode waktu tertentu. Laporan tersebut meninjau indikator keuangan secara luas seperti pendapatan keseluruhan, harga pokok penjualan, biaya operasi dan laba bersih. Saat Anda membuat pembukuan keuangan untuk perusahaan, Anda harus memahami operating cost dengan baik karena akan memudahkan dalam membuat laporan dan menentukan kesehatan keuangan perusahaan Anda.

Jenis Biaya Operasional

Biaya operasional mencakup semua ongkos yang terkait dengan pemeliharaan dan administrasi perusahaan sehari-hari. Secara spesifik, BO adalah biaya yang terkait dengan aktivitas yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan atau laba perusahaan. Ongkos ini merupakan pembiayaan yang harus dikeluarkan perusahaan untuk administrasi, umum, dan penjualan, atau yang lebih dikenal dengan SG&A. Beberapa contohnya mencakup biaya sewa, biaya penggajian, biaya pemeliharaan, dan biaya overhead lainnya. 

Biaya operasional berbeda dengan biaya non-operasional, yaitu biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan di luar kegiatan perusahaan. Beberapa contoh jenis non-operasional yaitu pajak penghasilan, kerugian penjualan, investasi, dan lain-lain. Selain itu, operating cost biasanya bersifat tetap sedangkan yang non-operasional lebih fleksibel. 

Pada dasarnya laba ditentukan oleh pendapatan maupun pengeluaran yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk beroperasi. Laba dapat bisa ditingkatkan dengan menurunkan biaya operasi dan tetap mendapatkan penghasilan. Namun, pemangkasan operating cost yang terlalu banyak dapat menurunkan produktivitas perusahaan dan berakibat pada pendapatan yang menurun. Mengurangi operating cost berlebihan juga mungkin hanya akan meningkatkan keuntungan dalam jangka pendek dan dapat merugikan pendapatan perusahaan dalam jangka panjang. 

Tiga Komponen Penting dalam Biaya Operasional

Sumber : freepik.com

Sebagai pebisnis, Anda bisa membuat pilihan cerdas tentang berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk total keseluruhan operating cost. Maka dari itu untuk membuat keputusan jangka panjang yang terbaik bagi perusahaan, Anda harus mempertimbangkan operating cost selama beberapa periode dengan terus memperhatikan tren yang akan muncul. Selain itu, sangat penting bagi perusahaan untuk memahami komponen biaya operasional agar bisa mengelompokkannya dengan tepat. Operating cost sendiri terdiri dari tiga komponen di bawah ini, yaitu:

1. Fixed Cost 

Fixed cost adalah biaya yang tidak berubah atau tetap ketika penjualan naik ataupun turun. Biaya ini tidak mempengaruhi produktivitas perusahaan dan perusahaan harus terus membayarnya terlepas dari hasil kinerja penjualan tersebut. Sebagai pemilik perusahaan, Anda menentukan biaya tetap melalui perjanjian kontrak. Hal ini adalah biaya dasar yang harus dikeluarkan untuk menjalankan operasional bisnis Anda. Selanjutnya, biaya tetap tersebut tidak akan berubah selama perjanjian kontrak tadi. Biaya tersebut bisa mencakup gaji, biaya mess, biaya asuransi atau biaya keamanan. 

2. Variable Cost 

Variable cost adalah biaya yang berubah ketika penjualan dan produksi perusahaan naik atau turun. Biaya yang mungkin dikeluarkan yaitu biaya bahan baku, biaya utilitas, biaya tenaga kerja langsung, atau komisi penjualan. Ketika produksi perusahaan meningkat, perusahaan harus membeli lebih banyak bahan mentah, menggunakan lebih banyak listrik, dan bahkan mempekerjakan lebih banyak orang. 

3. Semi-variable Cost

Semi-variable cost juga dikenal sebagai biaya semi-tetap atau campuran. Biaya tersebut bisa dibilang seperti fixed cost pada tingkat penjualan atau produksi tertentu, tetapi bisa berubah menjadi variable cost ketika penjualan atau produksi meningkat. Misalnya upah lembur, pada tingkat produksi tertentu, lembur tidak ada dan penggajian akan tetap, namun jika produksi meningkat otomatis waktu kerja menjadi lebih dan biaya penggajian akan berubah. 

Cara Menghitungnya

Total biaya operasional meliputi biaya produksi/penjualan dan biaya operasional. Anda akan menemukan informasi yang dibutuhkan dari laporan laba rugi perusahaan dalam laporan kinerja keuangan dalam periode akuntansi tertentu. Gunakan rumus perhitungannya berikut: 

Total Biaya Operasional = Biaya produksi + operating cost 

  1. Dari laporan laba rugi perusahaan, ambil total biaya produksi/biaya penjualan
  2. Carilah total biaya operasional
  3. Jumlahkan biaya produksi dan operating cost untuk mendapatkan total biaya operasional pada periode waktu tertentu

Setelah mendapatkan penjelasan secara spesifik tentang operating cost, tentu Anda akan lebih berhati-hati dalam mengelola keuangan perusahaan kedepannya. Hal itu akan membantu perusahaan Anda berkembang dengan pesat dan menghasilkan keuntungan yang lebih banyak.

Selain yang sudah disebutkan di atas, tentunya terdapat banyak cara untuk meminimalisir biaya operasional, salah satunya dengan penggunaan solusi bisnis yang tepat dan efisien. Ingin tahu bagaimana solusi yang tepat dapat menekan ongkos yang berlebih? Silahkan hubungi kami untuk mendiskusikan solusi terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like